Breaking

Saturday, May 23, 2020

Teori Pemrosesan Informasi yang Melandasi Pengembangan Multimedia Pembelajaran

Di era saat ini, pesatnya perkembangan informasi yang bertebaran dan mudahnya dalam mengakses informasi tersebut membuat kita sebagai penerima pesan informasi dapat dengan mudah menerima informasi tersebut dengan cepat. Hadirnya berbagai media informasi seperti surat kabar, televisi, internet dan radio membuat para penerima pesan dapat memproses informasi tersebut sesuai dengan kemampuan memori penerima pesan.

Dalam pemrosesan informasi terdapat teori yang menyatakan bahwa pengetahuan yang diterima dan hendak diproses dalam memori kerja disimpan dalam memori jangka panjang sehingga membentuk skema secara hierarki. Tahapan pemahaman dalam pemrosesan informasi dalam memori kerja memiliki fokus pada bagaimana memodifikasi pengetahuan baru. Pemahaman dalam memproses informasi dipengaruhi oleh interpretasi terhadap stimulus. Karakteristik dari komponen desain pesan seperti ilustrasi, teks, narasi, animasi, warna, ukuran, musik, maupun video disebut stimulus. 

Sebuah informasi dapat diterima, dianalisis, diproses, dimaknai dan dikirim ke dalam dan dari memori kerja untuk disimpan dalam memori jangka panjang menjelaskan bahwa perancangan suatu pesan atau informasi merupakan salah satu muatan utama dalam perancangan atau pengembangan multimedia pembelajaran. Dalam hal ini, desain pesan pada multimedia pembelajaran berkenaan dengan penyeleksian, pengelolaan dan pemaduan komponen-komponen pesan untuk menyampaikan suatu informasi. 

Dalam menjelaskan penyampaian informasi dengan multimedia perlu dibedakan apa yang disebut dengan media pengantar, desain pesan, dan kemampuan sensorik. Sistem yang dipakai untuk menyajikan informasi, seperti media berbasis cetak, atau media berbasis video disebut media pengantar. Desain pesan berpatokan pada bentuk yang hendak dipakai untuk penyajian informasi, seperti penggunaan teks audio narasi ataupun animasi. Sedangkan kemampuan sensorik berpatokan pada jalur pemrosesan informasi yang dipakai untuk memproses suatu pesan informasi yang diperoleh seperti pemrosesan informasi visual dan auditorial. 

Image Source: unsplash.com


Dalam multimedia pembelajaran, materi dapat disajikan melalui kata-kata aik narasi maupun teks tertulis dan gambar baik diam maupun bergerak. Pembelajaran bermakna dengan mengintegrasikan kata-kata dan gambar dijelaskan dalam teori kognitif multimedia pembelajaran (Mayer, 2009). Teori ini dikenalkan oleh Richard E. Mayer seorang peneliti psikologi asal amerika pada tahun 1990. Menurut teori Mayer menyatakan bahwa memori kerja manusia memiliki dua sub komponen (visual dan auditori) yang bekerja secara paralel dan pembelajaran akan bermakna jika kedua saluran ini dapat digunakan dalam pemrosesan informasi pada waktu yang sama.

Beberapa teori yang melandasi pengembangan desain pesan dalam multimedia pembelajaran adalah teori pengkodean ganda (dual coding theory), teori muatan kognitif, dan teori pemrosesan ganda. 

Menurut teori pengkodean ganda, manusia memiliki sistem memori kerja yang terpisah untuk informasi verbal maupun informasi visual. Berdasarkan teori tersebut, penerima informasi akan mendapatkan gambaran yang lebih baik jika kedua bentuk informasi (verbal maupun visual) diterima, karena dengan demikian penerima informasi akan dapat mengintegrasikan informasi yang sama dalam bentuk yang berbeda dalam memori.

Menurut teori muatan kognitif, manusia hanya dapat menerima dan dapat mengolah informasi yang terbatas pada tiap jenis indera. Informasi yang masuk secara berlebihan akan membebani memori kerja manusia. Oleh karena itu, perlu pemilihan bentuk media yang tepat dalam menyajikan multimedia agar dapat ditangkap oleh kedua indera secara berimbang. 









No comments:

Post a Comment