Breaking

Wednesday, March 25, 2020

Menerapkan tipografi sesuai media

Mata Pelajaran : Desain Grafis Percetakan
Kelas : XI SMK
Kompetensi Keahlian : Multimedia

A.      Kompetensi Dasar dan Pengalaman Belajar

Kompetensi Dasar
Pengalaman Belajar
Setelah mengikuti kegiatan belajar ini siswa mampu:
3.2 Menerapkan tipografi sesuai media
4.2 Membuat desain menggunakan tipografi yang tepat
Melalui materi Tipografi siswa memperoleh pengalaman belajar:
ü  Mampu merumuskan masalah dengan cara mengobservasi perkembangan tipografi
ü  Mampu mengumpulkan jenis-jenis
font dalam prinsip tipografi
ü  Mampu mengolah font dengan
software adobe ilustrator
ü  Mampu mempresentasikan hasil
pembuatan tipografi yang dibuat

B.       Deskripsi Materi
Dalam BAB ini siswa akan mempelajari tentang tipografi. Tipografi memegang peranan penting dalam segala hal yang berkenaan dengan penyampaian bahasa non verbal (menggunakan tulisan) dalam segala bentuk publikasi karena kita harus tahu seberapa ukuran tulisan yang akan kita gunakan, efek, dan bentuk yang akan kita tampilkan sehingga muatan emosi dan sifat dari pesan yang akan muncul sesuai dengan tujuan komunikasi yang ingin kita tampilkan kepada publik.

C.     Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari tipografi diharapkan siswa dapat:
1.      Mampu merumuskan masalah dengan cara mengobservasi perkembangan tipografi
2.      Mampu mengumpulkan jenis-jenis font dalam prinsip tipografi
3.      Mampu mengolah font dengan software adobe ilustrator
4.      Mampu mempresentasikan hasil pembuatan tipografi yang dibuat


D.    Materi Pembelajaran
Tipografi merupakan ilmu yang mempelajari tentang seni dan desain huruf dan symbol yang diaplikasikan untuk untuk media komunikasi visual melalui penataan layout, bentuk, ukuran, dan sifat. Fungsi utama dari tipografi ialah membuat teks menjadi berguna dan mudah digunakan. Artinya tipografi berbicara tentang kemudahan membaca teks (readability) dan kemudahan mengenali setiap huruf dan kata (legibility).


1.      Perkembangan Huruf Tipografi
Perjalanan desain dan gaya huruf latin mulai diterapkan pada awal masa kejayaan kerajaan Romawi. Dalam sejarah perkembangan tipografi lahirnya desain dan gaya huruf banyak dipengaruhi oleh faktor budaya serta teknik pembuatannya. Kejayaan kerajaan Romawi diabad pertama yang berhasil menaklukan Yunani membawa peradaban baru dalam sejarah Barat dengan diadaptasika kesusasteraan, kesenian, agama, serta alphabet Latin yang dibawa dari Yunani.
Pada awalnya alphabet Latin hanya terdiri dari 21 huruf yaitu: A, B, C, D, E, F, G, H, I, K, L, M, N, O, P, Q, R,S, T, V, dan X, kemudian huruf Y dan Z ditambahkan dalam alphabet Latin untuk mengakomodasi kata yang berasal dari bahasa Yunani. Tiga huruf tambahan J, U dan W dimasukkan pada abad pertengahan, sehingga jumlah keseluruhan alphabet Latin menjadi 26.
2.      Bentuk dan Pengukuran Huruf dalam Tipografi      
a)      Bentuk Huruf
Setiap huruf dalam sebuah alphabet memiliki keunikan fisik yang menyebabkan mata kita dapat membedakan antara huruf “m” dengan “n” atau “p” dengan “b”. Keunikan ini disebebkan oleh cara mata melihat korelasi antara komponen visual yang satu dengan yang lain.
Salah satu dari teori Gestalt membuktikan bahwa untuk mengenal atau membaca sebuah gambar diperlukan adanya kontras atar ruang positif yang disebut dengan figure dan ruang negatif yang disebut groud.

                       
Menurut Danton Sihombing (2001), terminologi umum yang digunakan dalam penamaan setiap komponen bisual yang terstruktur dalam fisik huruf sbb:
No
Nama
Penjelasan
1.       
Capline
Garis maya lurus horisontal yang menjadi batas bagian teratas dari setiap huruf besar
2.       
Meanline
Garis maya lurus horisontal yang menjadi batas bagian teratas dari badan setiap huruf kecil
3.       
Baseline
Garis maya lurus horisontal yang menjadi batas bagian terbawah dari setiap huruf besar
4.       
Descender
Bagian dari huruf kecil yang posisinya tepat berada dibawah baseline
5.       
Ascender
Bagian dari huruf kecil yang posisinya tepat berada diantara meanline dan capline
6.       
X-height
Jarak ketinggian dari baseline ke meanline





Setiap individu huruf, angka, dan tanda baca dalam tipografi disebut sebagai karakter. Setiap karakter apakah huruf besar atau kecil memiliki batang (stem) yang pada bagian ujung-ujungnya dapat ditemukan beberapa garis akhir sebagai penutup yang disebut terminal.


Setiap huruf mempunyai anatomi sama halnya seperti tubuh manusia. Huruf memiliki organ yang berbeda-beda. Apabila telah memahami anatomi huruf secara baik, maka dengan mudah dapat mengenal sifat dan karakteristik dari setiap jenis huruf
Struktur huruf dalam alphabet dapat dibagi menjadi 4 kelompok besar, yaitu :
a.       Kelompok garis tegak-datar              : E, F, H, I, L                   
b.      Kelompok garis tegak-miring            : A, K M, N, V, W, X, Y, Z
c.       Kelompok garis tegak lengkung       : B, D, G, J, P, R, U
d.      Kelompok garis lengkung                 : C, O, Q, S

b)      Pengukuran Dalam Tipografi
Susunan suatu huruf-huruf pada suatu naskah, buku, majalah, dsb memiliki suatu disiplin dalam pengukuran dan proporsi. Hal tersebut mencakup:
·      Realtive Measurement
Pengukuran dari lebar per satuan huruf serta jarak antar huruf dihitung dengan satuan unit. Ukuran huruf umumnya berkisar  antara 4 sampai dengan 72 point.

72 point = 6 pica= 1 inch
1 inch = 2539 cm
12 point = 1 pica





·      Spacing Measurement
-          Jarak antar kata
Teknik tradisional yang digunakan untuk pengukuran ruang jarak antarkata adalah penyisipan potongan metal (quad) yang diletakkan di antara huruf yang satu dengan yang lain. Quad berbentuk persegi empat dan memiliki satuan yang disebut em, setengah dari em disebut en. Apabila huruf dengan ukuran 18 pt maka em-quad-nya berukuran 18 pt x 18 pt. Untuk memperjelas perhatikan gambar berikut ini.


Gambar 2.3. Pengukuran jarak antar kata
3.      Karakteristik Fisik Huruf
Perbedaan tampilan yang pokok dalam huruf A sampai Z dibagi menjadi 3 yaitu sbb:
a.       Berat
Perubahan berat dari struktur bentuk dasar huruf terletak pada perbandingan antara tinggi dari huruf yang tercetak dengan lebar stroke. Ditinjau dari beratnya, huruf dikelompokkan menjadi 3, yaitu light, reguler, dan bold.
Kelompok Berat
Tinggi Huruf
Lebar Stroke
Extra Light
100%
5%
Light
100%
10%
Reguler
100%
15%
Semi Bold
100%
20%
Bold
100%
25%
Extra Bold
100%
30%

b.      Proporsi
Proporsi merupakan perbandingan antara tinggi huruf yang tercetak dengan lebar huruf itu sendiri.Ditinjau dari proporsi, huruf dibagi menjadi : condensed, regular, dan extended.
Kelompok Proporsi
Tinggi Huruf yang Tercetak
Lebar Huruf
Extra Condensed
100%
40%
Condensed
100%
60%
Reguler
100%
80%
Extended
100%
100%
Extra Extended
100%
120%

c.       Kemiringan
Huruf yang tercetak miring dalam terminologi disebut italic. Huruf italic biasanya digunakan untuk memberikan penekanan pada sebuah kata atau kalimat. Selain itu juga digunakan untuk menunjukkan istilah suatu kata yang berasal dari bahasa asing. Huruf italic dirancang dengan sudut kemiringan tertentu untuk mencapai toleransi terhadap kenyamanan mata dalam membacanya. Sudut kemiringan terbaik adalah 120.

4.      Pedoman Penggunaan Huruf
Huruf memiliki energi untuk mengaktifkan gerkan mata. Energi mata ini dapat dimanfaatkan secara positif apabila penggunanya senantiasa memperhatikan kaidah-kaidah estetika, kenyamanan keterbacaannya, serta interaksi huruf terhadap ruang dan elemen-elemen visual di sekitarnya.
Naskah yang dicetak dengan huruf besar kecil (upper-lower case) akan lebih nyaman dibaca. Bila dibandingkan dengan fisik upper case, bentuk lower case lebih mudah dibedakan antara huruf yang satu dan yang lain. Naskah yang keseluruhannya dicetak sengan huruf besar (all caps) terasa akan lebih cepat melelahkan mata.
Memilih huruf secara baik dan tepat sehingga rancangan yang dihasilkan dapat merepresentasikan pesan ataupun karakteristik yang akan diangkat. Huruf-huruf yang memiliki perlakuan efek khusus (special effect) biasanya digunakan untuk periklanan sebagai penguat agar rancangan dapat tampil lebih vocal serta menambah nilai dramatik dari sebuah pesan.

5.      Prinsip Perancangan Tipografi
Proses perancangan dengan menggunakan huruf merupakan tahapan yang paling menentukan dalam tipografi. Terdapat lima prinsip dasar dalam perancangan tipografi, yaitu:
a.       Sintaksis Tipografi
Sintaksis dalam tipografi memiliki pengertian sebagai sebuah proses penataan elemen-elemen visual ke dalam kesatuan bentuk yang kohesif. Studi terhadap sintaksis tipografi dimulai dari elemen komposisi yang terkecil yaitu huruf, kata, garis, kolom, dan margin.
b.      Persepsi Visual
Tugas seorang perancang grafis adalah menciptakan sebuah kesatuan visual yang mudah dipahami oleh penglihat. Pemahaman terhadap prinsip persepsi visual adalah kunci untuk memahami tendensi mata dalam melihat sebuah pola visual.
c.       Focal Point
Tugas perancang grafis adalah menarik perhatian penglihat dengan menciptakan suatu pola rancangan visual yang secara cepat dapat menstimulasi penglihat lewat pokok penekanan (focal point).
d.      Grid System
Sebuah grid diciptakan sebagai solusi terhadap permasalahan penataan elemenelemen visual dalam sebuah ruang. Grid Systems digunakan sebagai perangkat untuk mempermudah menciptakan sebuah komposisi visual. Melalui grid system seorang perancang grafis dapat membuat sebuah sistematika guna menjaga konsistensi dalam melakukan repetisi dari sebuah komposisi yang sudah diciptakan. Tujuan utama dari penggunaan grid systems dalam desain grafis adalah untuk menciptakan suatu rancangan yang komunikatif dan memuaskan secara estetik.
e.       Alignment
Dalam sebuah perancangan tipografi penataan baris (alignment) memiliki peranan penting sebagai penunjang legibility serta estetika dari rancangan. Huruf-huruf dalam beberapa baris dapat disejajarkan dengan lima cara sebagai berikut:
·         Rata kiri (flush left)
·         Rata kanan (flush right)
·         Rata tengah (centered)
·         Rata kiri-kanan (justified)
·         Asimetris (random)
E.     Rangkuman
Tipografi merupakan ilmu yang mempelajari tentang seni dan desain huruf dan symbol yang diaplikasikan untuk untuk media komunikasi visual melalui penataan layout, bentuk, ukuran, dan sifat. Fungsi utama dari tipografi ialah membuat teks menjadi berguna dan mudah digunakan.

F.      Tugas
Buatlah rancangan atau naskah sederhana yang menerapkan prinsip dasar perancangan tipografi. Kemudian presentasikan didepan kelas!

Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment