Breaking

Monday, March 30, 2020

Menerapkan prosedur pengukuran bidang pandang dan sudut pengambilan gambar

Mata Pelajaran : Desain Grafis Percetakan

Kelas : XI SMK

Kompetensi Keahlian : Multimedia




     A.   Kompetensi Dasar dan Pengalaman Belajar
Kompetensi Dasar
Pengalaman Belajar
Setelah mengikuti pembelajaran ini siswa mampu:

3.13 Menerapkan prosedur pengukuran bidang pandang dan sudut pengambilan gambar
4.13    Mengambil gambar sesuai bidang pandang dan sudut pengambilan gambar
Melalui pembelajaran materi ilmu fotografi siswa memperoleh pengalaman belajar:
1. Mampu mengamati dan membaca informasi tentang ukuran bidang pandang dan sudut pengambilan gambar.
2. Mampu mengkondisikan situasi belajar untuk membiasakan mengajukan pertanyaan secara aktif dan mandiri tentang ukuran bidang pandang dan sudut pengambilan gambar.
3. Mengumpulkan data/informasi yang dipertanyakan dan menentukan sumber untuk menjawab pertanyaan yang diajukan tentang ukuran bidang pandang dan sudut pengambilan gambar.
4. Menyampaikan hasil konseptualisasi tentang tentang ukuran bidang pandang dan sudut pengambilan gambar.


     B.   Deskripsi Materi
Dalam bab ini peserta didik akan mempelajari tentang pengukuran bidang pandang dan sudut pengambilan gambar, sehingga peserta didik dapat mengimplementasikan pengukuran bidang pandang dan sudut pengambilan gambar pada fotografi.

      C.   Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari sudut pengambilan gambar peserta didik diharapkan dapat:
1.      Menjelaskan pengukuran bidang pandang dan sudut pengambilan gambar dalam fotografi
2.      Menerapkan pengukuran bidang pandang dan sudut pengambilan gambar dalam fotografi
       D.   Materi Pembelajaran
1.      Pengukuran Bidang Pandang
Agar hasil foto dapat dinikmati oleh banyak orang, foto tersebut harus menceritakan sebuah pesan yang akan di sampaikan. Foto adalah sebuah media visual dalam penyampaian pesan atau komunikasi. Obyek gambar dalam foto bisa diantaranya manusia, hewan, tumbuhan, benda mati dan lain-lain. Tidak sedikit juga, fotografer menghasilkan karya hampir semua obyeknya manusia karena tergantung dari jenis fotografi apa yang mereka sukai. Dalam pemotretan manusia terdapat standarisasi ukuran gambar yang telah diformulasikan secara internasional. Berikut ini, ukuran bidang pandang pengambilan gambar dari obyek yang sangat mendetail diantaranya:
a.       Extreme Close Up (ECU)
Pengambilan suatu gambar yang meliputi salah satu bagian tubuh saja misalnya mata saja, mulut saja, jemari ketika sedang menulis dan beberapa obyek lainnya. Pengambilan tersebut memiliki fungsi yaitu untuk mengetahui detail dari sebuah obyek, obyek yang diambil gambarnya akan memenuhi seluruh layar atau bingkai dan detail dari obyek tersebut sangat jelas.

b.      Big Close Up (BCU)
Pengambilan suatu gambar yang memiliki rentangan dari kepala sampai dagu. Pengambilan ini biasanya dipakai untuk menampilkan ekspresi detail dari wajah model atau obyek fotografi.

c.       Close Up (CU)
Pengambilan gambar yang memiliki rentangan pengambilan dari ujung kepala sampai ke leher bagian bawah. Pengambilan ini biasanya dipakai untuk menampilkan shot yang mengisolasi satu bagian dari tubuh. Sebagian dari objek besar contohnya laptop atau keseluruhan obyek kecil contohnya bolpoin atau penghapus papan.

d.      Medium Close Up (MCU)
Ukuran gambar yang menampilkan obyek dari ujung kepala sampai dada atas. Pengambilan gambar ini baik untuk seseorang yang sedang berbicara langsung di muka umum atau berbicara di depan kamera.

e.       Medium Shot (MS)
Sosok manusia mulai dominan dalam frame. Tubuh manusia terlihat dari pinggang ke atas hingga kepala. Gambar ini sering dilakukan untuk master shot pada saat moment interview.


f.       Knee Shot (KS)
     Komposisi manusia dan lingkungan relatif seimbang. Gambar diambil dari jarak yang wajar, sehingga jika misalnya terdapat 3 obyek maka seluruhnya akan terlihat. Bila objeknya satu orang maka tampak dari kepala sampai lutut.



g.      Long Shot
Pengambilan gambar obyek dengan latar belakang yang jelas. Berfungsi sebagai establishing shot (shot pembuka sebelum digunakan shot-shot yg berjarak lebih dekat). Fisik manusia tampak jelas namun latar belakang masih dominan.

h.      Extreme Long Shot
Gambar diambil dari jarak sangat jauh, yang ditonjolkan bukan obyek lagi tetapi latar belakangnya. Fisik manusia nyaris tak tampak, namun dapat diketahui posisi obyek tersebut terhadap lingkungannya.



2.      Sudut Pengambilan Gambar
Hal yang perlu diperhatikan dalam penataan kamera salah satunya adalah
camera angle atau sudut pandang kamera. Pemilihan sudut pandang kamera dengan tepat akan mempertinggi visualisasi sebuah foto. Sebaliknya jika pengambilan sudut pandang kamera dilakukan dengan serabutan dapat merusak dan membingungkan penikmat fotografi tersebut, karena makna bisa jadi tidak tertangkap dan sulit dipahami. Sudut pengambilan gambar dibagi menjadi tiga jenis diantaranya,
a.      Low Angle
Sudut pengambilan dari arah bawah obyek sehingga mengesankan obyek
tampak terlihat besar. Teknik ini memiliki kesan dramatis yaitu nilai
agung/prominance, berwibawa, kuat, dan dominan.


b.      Normal Angle
Sudut pengambilan gambar sejajar dengan obyek. Hasilnya memperlihatkan tangkapan pandangan mata seseorang. Posisi kamera dan obyek sejajar. Teknik ini tidak memiliki kesan dramatis melainkan kesan wajar.

c.       High Angle
Pengambilan gambar dari atas obyek yang diarahkan ke bawah sehingga
mengesankan obyek terlihat kecil. Kesan yang ingin ditimbulkan pada angle
ini yaitu kesan tertekan atau lemah.

Lebih jelasnya bisa menonton video sebagai berikut:


      E.   Rangkuman
Agar hasil foto dapat dinikmati oleh banyak orang, foto tersebut harus menceritakan sebuah pesan yang akan di sampaikan. Foto adalah sebuah media visual dalam penyampaian pesan atau komunikasi. Dalam pemotretan manusia terdapat standarisasi ukuran gambar yang telah diformulasikan secara internasional diantaranya extreme close up, big close up, close up, medium close up, medium long shot, long shot dan extreme long shot. Hal lainnya yang perlu diperhatikan dalam penataan kamera salah satunya adalah camera angle atau sudut pandang kamera yang terdiri dari Low Angle, High Angle, dan Normal Angle.
      F.    Lembar Kerja
1. Siswa mengambil gambar  masing masing 1 gambar dengan menerapkan pengukuran bidang pandang dan sudut pandang pengambilan gambar.
Peserta membuat laporan tertulis dari hasil kegiatan praktek tersebut.
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment