Breaking

Wednesday, March 25, 2020

Menerapkan Dasar-dasar Desain Grafis dan Nirmana

Mata Pelajaran : Desain Grafis Percetakan
Kelas : XI SMK
Kompetensi Keahlian : Multimedia



Kompetensi Dasar
Pengalaman Belajar
Setelah mengikuti kegiatan belajar ini siswa mampu:
3.1 Menerapkan dasar dasar desain grafis dan nirmana
4.1 Membuat desain dengan menerapkan dasar-dasar desain grafis dan nirnama
Melalui materi Dasar-dasar Desain Grafis dan Nirmana siswa memperoleh pengalaman belajar:
  • Mampu mengamati untuk mengidentifikasi dasardasar desain grafis
  • Mampu mengamati nirmana dalam desain grafis
  • Mampu mengolah data tentang estetika desain grafis
  • Mampu mengidentifikasi komposisi yang estetis
  • Mampu mengomunikasikan hasil desain grafis dan nirnama


A.      Deskripsi Materi

Dalam BAB ini siswa akan mempelajari dasar-dasar desain grafis dan nirmana. Materi yang akan dipelajari antara lain nirmana dwimatra, unsur konseptual nirmana, unsur visual nirmana, nirmana trimatra, merancang nirmana media kertas, dan prinsip-prinsip desain pada nirmana. Pada materi ini siswa harus benar-benar paham akan teori yang disampaikan karena pada bab ini merupakan dasar dari desain grafis. Dengan mengenal akan dasar desain grafis maka siswa akan dapat merancang desain yang sesuai dengan proporsi yang tepat sehingga nanti desain tersebut dapat diterima di masyarakat. Dijaman modern ini sudah banyak sekali orang yang mahir dalam membuat karya desain grafis, tetapi masih sedikit yang benar-benar memahami konsep dasar desain grafis yang berakibat karya yang dibuat kurang estetis, tidak sesuai tema, sulit dipahami, dsb.

B.     Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari dasar-dasar desain grafis dan nirmana diharapkan siswa dapat:
1.      Mampu mengamati untuk mengidentifikasi dasardasar desain grafis
2.      Mampu mengamati nirwana dalam desain grafis
3.      Mampu mengolah data tentang estetika desain grafis
4.      Mampu mengidentifikasi komposisi yang estetis
5.      Mampu mengkomunikasikan hasil desain grafis dan nirnama

C.     Materi Pembelajaran
1.      Nirwana Dwimatra
Nirmana dwimatra adalah segala sesuatu yang tanpa makna dan digambarkan diatas bidang dua dimensi. Karakteristik nirmana dwimatra adalah berwujud 2 dimensi, dirancang diatas permukaan bidang 2 dimensi, dan pada umumnya bentuk rancangannya tidak bermakna.

2.      Unsur Konseptual Nirmana
Nirmana secara arti kata dapat disebut sebagai tidak ada wujud atau tidak ada rupa, maksudnya bahwa nirmana yang dari semula tidak ad atau tidak ada rupa kemudian mempunyai wujud media rupa untuk memperoleh keindahan. Konseptual nirmana terdiri dari unsur-unsur seperti elemen titik, elemen garis, elemen bidang, dan elemen gempal. 

a)      Elemen titik


Elemen titik adalah suatu bentuk kecil yang tidak mempunyai dimensi. Berawal dari titik tersebut dapat dikembangkan menjadi garis atau bidang. Pada suatu bidang gambar berawal dari sebuah titik dan akan berhenti pada sebuah titik pula.   
                          
Gambar 1.1. Titik
Elemen titik mempunyai ciri khas yaitu ukurannya yang kecil dan bentuk/ raut yang sederhana. Teknik titik-titik dapat menghasilkan sebuah karya seni. Bebas menentukan jumlah titik dan alat penyentuh dalam mengatur titik pada suatu bidang.

b)      Elemen garis
Garis adalah suatu hasil goresan nyata dan batas limit suatu benda, ruang, rangkaian masa dan warna. Garis dapat berbentuk garis panjang, pendek, tebal, tipis, lurus, melengkung, berombak, vertikal, horizontal, diagonal, dan sebagainya.


Gambar 1.2. Garis
Saat menyentuh alat gambar atau alat tulis dan berusaha menggerakannya pada suatu bidang maka akan meninggalkan bekas, bekas itulah yang disebut goresan atau garis. Disebut garis karena bentuknya yang kecil memanjang dan hal ini bersifat nisbi.
c)      Elemen Bidang
Bidang adalah suatu bentuk pipih tanpa ada ketebalan, mempunyai dimensi panjang, lebar, dan luas serta mempunyai kedudukan, arah, dan dibatasi oleh garis. Bidang merupakan bentuk yang menempati ruangnya sendiri disebut ruang dwimatra/ dua dimensi.
Cara penyusunan bidang dapat dilihat saat orang menyusun tegel lantai maupun dinding, penyusunan lempeng batu alam pada dinding, menyusun foto didinding, menyusun foto lukisan, dan lain sebagainya.
d)     Elemen Gempal
Bentuk gempal merupakan bentuk tiga dimensi yang memiliki dimensi ruang yang terdiri dari panjang, lebar, dan tebal. Hampir seluruh bentuk didunia ini berupa gempal/ volume, seperti halnya kain tipis tetap mempunyai ketebalan meskipun tipis.


 






Gambar 1.3. Elemen Gempal (http://notepedia.info)






Unsur Visual Nirmana
3.     
Unsur Visual Nirmana
   
a)      Unsur Visual Nirmana
1)      Bentuk
Seluruh benda yang terdapat di alam semesta merupakan hasil dari karya seni/ desain dan tentu memiliki bentuk. Bentuk dialam semesta ini disederhanakan menjadi titik, garis, bidang dan gempal.
2)      Titik
Titik merupakan unsur visual nirmana yang ukurannya relatif kecil, titik memiliki panjang dan lebar, dan pangkal dari ujung sebuah garis atau bentuk yang akan dbemtuk.
3)      Garis
Garis merupakan bentuk yang memanjang dan memiliki sifat yang elastis, kaku, dan tegas. Suatu garis saat digunakan akan menghasilkan garis lengkung, garis lurus, garis putus-putus, garis tipis, dan garis tebal.
4)      Bidang
Bidang merupakan suatu bentuk pipih tanpa ketebalan, memiliki dimensi panjang, lebar, dan luas. Bidang juga memiliki kedudukan, arah, dan dibatasi oleh garis.
5)      Raut
Raut merupakan ciri khas suatu bentuk. Bentuk apapun yang berada di alam ini tentu memiliki raut yang merupakan ciri khas dari bentuk tersebut. Raut merupakan ciri khas untuk membedakan masing-masing bentuk dari titik, garis, bidang, dan gempal tersebut.
b)      Ukuran dan Tekstur
1)      Ukuran
Setiap bentuk titik, bidang, garis,maupun gempal memiliki sebuah ukuran. Ukuran dapat berupa besar, kecil, panjang, pendek, tinggi, rendah, dsb. Ukuran tersebut bersifat nisbi/ relatif artinya ukuran tersebut tidak bernilai mutlak. Ukuran tergantung terhadap area dimana bentuk tersebut berada.

Gambar 1.4. Interval ukuran garis




Gambar 1.15. Interval ukuran bidang

2)      Tekstur
Setiap bentuk/ benda yang ada dialam semesta ini termasuk karya seni. Setiap raut memiliki khas. Ciri khas tersebut berupa tekstur kasar, halus, polos, bermotif, keras, dsb. Tekstur memiliki beberapa jenis sebagai berikut:
§  Tekstur kasar nyata
§  Tekstur alami seadanya
§  Tekstur alami berubah
§  Tekstur tersusun
§  Tekstur kasar semu
§  Tekstur ekspresi
§  Tekstur halus
c)      Warna
Warna merupakan spektrum tertentu yang terdapat didalam suatu cahaya sempurna berwarna putih. Identitas suatu warna ditentukan oleh panjang gelombang cahaya terserbut. Warna dapat didefinisikan secara objektif/ fisik sebagai sifat cahaya yang dipancarkan, atau secara subjektif/ psikologis sebagai bagian dari pengalaman indra penglihatan. (Sudjiman, 2009)
·         Warna-warna dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
Klasifikasi
Keterangan
Anggota warna
Warna primer
Primer/ pokok merupakan warna pokok yang tidak dapat dibentuk dari warna lain.
·         Biru
·         Merah
·         Kuning

Warna sekunder
Sekunder/ kedua, merupakan warna jadian dari percampuran dua warna primer.
·         Jingga/ orange
·         Ungu/ violet
·         Hijau
Warna intermediate
Merupakan warna perantara yang ada diantara warna primer dan sekunder pada lingkaran warna
·         Kuning hijau
·         Kuning jingga
·         Merah jingga
·         Merah ungu
·         Biru violet
·         Biru hijau
Warna tersier
Merupakan warna ketiga yang dihasilkan dari percampuran dua warna sekunder
·         Coklat kuning
·         Coklat merah
·         Coklat biru
Warna kuarter
Merupakan warna keempat yang dihasilkan dari percampuran dari dua warna tersier 
·         Coklat jingga
·         Coklat hijau
·         Coklat ungu

Gambar 1.6 Skema Warna


·           Pembagian warna berdasar area panas dan dingin
Berdasarkan pembagian warna diatas yang terdiri dari teori tiga warna primer, tiga warna sekunder, dan enam warna intermediate, kemudian kedua belas warna tersebut disusun dalam satu lingkaran. Lingkaran berisi 12 warna ini jika dibelah menjadi dua bagian akan memperlihatkan setengah bagian yang tergolong warna panas dan setengah bagian warna dingin.
Gambar 1.7 Warna panas dan dingin

Warna panas merupakan warna yang memberi kesan semangat, kuat dan aktif. Warna yang masuk dalam kategori warna panas adalah merah, jingga, dan kuning. Sedangkan warna dingin memberi kesan warna tenang, kalem, dan pasif. Warna yang masuk dalam kategori warna dingin adalah biru, ungu, dan hijau. Warna hijau sendiri akan menjadi hangat/ panas apabila berubah kearah hijau kekuning-kuningan, dan akan menjadi dingin jika berubah kearah ungu kemerah-merahan.
·         Warna-warna dan artinya
Warna
Arti
Merah
·         Cepat, enerjik, gairah, marah, berani, bahaya, positif, ageresif, merangsang, dan panas.
·         Lambang keberanian, kemarahan, kekuatan.
·         Bila merahnya adalah merah muda, warna ini memiliki arti kesehatan, kebugaran, keharuman bunga rose
Biru
·         Dingin, pasif, melankoli, sayu, sendu, sedih, tenang, berkesan jauh, mendalam, tak terhingga, tetapi cerah
·         Warna biru mempunyai asosiasi pada air, laut, langit, dan diibarat pada es
·         Melambangkan keagungan keyakinan, keteguhan iman, kesetiaan, kebenaran, kemurahan hati, kecerdasan, perdamaian, kesatuan, kepercayaan.
Kuning
·         Keadaan terang dan hangat.
·         Gembira, ramah, supel, riang, cerah
·         Energi dan keceriaan, kejayaan, kemegahan, kemuliaan, dan kekuataan.
·         Kuning tua dan kuning kehijau-hijauan mengasosiasikan sakit, penakut, iri, dsb
Hijau
·         Berasosiasi pada hijaunya alam, tumbuhan-tumbuhan, sesuatu yang hidup dan berkembang.
·         Hijau mempunyai watak segar, muda, hidup, tumbuh, dan beberapa watak lainnya.
·         Melambangkan kesuburan, kesetiaan, keabadian, kebangkitan, kesegaran, kemudaan, keremajaan, keyakinan, kepercayaan, keimanan, pengharapan, kesanggupan, kenangan, dan lain-lain.
Jingga/ oranye
·         Warna jingga memiliki karakter dorongan, semangat merdeka, anugerah, tapi juga bahaya.
·         Jingga menimbulkan sakit kepala, dapat mempengaruhi sistem syaraf, dapat mengetarkan jiwa, menimbulkan nafsu makan.
·         Mengingatkan orang pada buah orange sehingga akan menambah rasa manis jika untuk warna makanan.
·         Menimbulkan kesan murah, dalam arti harga, sehingga banyak digunakan sebagai warna pengumuman penjualan obral.
Ungu
·         Ungu memiliki watak keangkuhan, kebesaran, dan kekayaan.
·         Lambang kebesaran, kejayaan, keningratan,
kebangsawanan, kebijaksanaan, pencerahaan.
·         Melambangkan kekejaman, arogansi, duka cita, dan keeksotisan
Putih
·         Putih warna paling terang.
·         Putih mempunyai watak positif, merangsang, cerah, tegas, mengalah.
·         Melambangkan cahaya, kesucian, kemurnian,
kekanak-kanakan, kejujuran, ketulusan,
ketentraman, kebenaran, kesopanan, keadaan tidak
bersalah, kehalusan, kelembutan, kewanitaan,
kebersihan, simpel, kehormatan.
Hitam
·         Formal, kesedihan
·         Serius, tegas
·         Praktis
·         Slim dan sexy
Abu-abu
·         Ketenangan Atau ledakan emosi
·         Kemurungan
·         Ketidak ceria
·         Pertanggungjawaban, keamanan,
·         Perak = kemewahan, teknologi tinggi
·         Terkait dengan kedokteran, keperawatan, farmasi
Coklat
·         Warna tanah, atau warna natural.
·         Warna coklat adalah kedekatan hati, sopan, arif, bijaksana, hemat, hormat
·         Tetapi memberi kesan terasa kurang bersih.

4.      Nirmana Trimatra
Nirmana trimatra biasa disebut nirmana ruang. Nirmana trimatra dibuat diatas bidang yang memiliki panjang, lebar, tinggi serta memiliki ketebalan, ruang, dan volume
5.      Prinsip-prinsip desain pada nirmana
Prinsip desain merupakan metode, cara-cara atau kaidah menata desain untuk memperoleh karya atau desain yang artistik, bernilai seni, atau memiliki keindahan. Prinsip-prinsip desain menurut Artini adalah sebagai berikut:
a)      Keseimbangan
Merupakan prinsip mendasar dari komposisi yang mudah diidentifikasi dan terlihat jelas. Keseimbangan memberikan kesan keteraturan. Berbagai cara untuk mendapatkan keseimbangan yaitu dengan cara keseimbangan simetris, keseimbangan asimetris, dan keseimbangan horizontal.
b)      Keserasian
Suatu usaha untuk menyusun berbagai macam bentuk, bangun, warna, tekstur dan elemen-elemen lain dalam satu komposisi yang utuh agar enak dipandang. Keserasian dapat dicapai dengan berbagai variasi agar tidak membosankan.
c)      Proporsi
Merupakan perbandingan satu bagian objek dengan objek lainnya. Proporsi beda dengan skala, karea proporsi sangat terkait dengan objek lainnya yang telah diketahui sebelumnya.
d)     Skala
Merupakan uuran relatif dari suatu objek yang akan terlihat setelah dibandingkan dengan objek lainnya. Dengan menggunakan skala dapat menciptakan keserasian dan kesatuan objek dalam suatu desain.
e)      Irama atau Ritme
Merupakan kesan gerak yang ditimbulkan oleh pengulangan elemen. Ritme yang baik dapat memberikan kesan gerakan yang lembut dan berkesinambungan. Sedangkan irama mampu mengarahkan perhatian dari bagian yang satu kebagian yang lain.

Kesatuan


Keseimbangan


Proporsi


Irama


Dominasi


D.    Rangkuman
Nirmana dwimatra adalah segala sesuatu yang tanpa makna dan digambarkan diatas bidang dua dimensi. Unsur konseptual nirmana terdiri dari elemen titik, elemen garis, elemen bidang, dan elemen gempal. Unsur visual nirmana terdiri dari bentuk & raut, ukuran & tekstur, dan warna. Nirmana trimatra biasa disebut nirmana ruang. Prinsip-prinsip desain pada nirmana terdiri dari keseimbangan, keserasian, proporsi, skala, irama atau ritme
E.     Tugas
Lakukan observasi serta eksperimen terhadap ragam raut titik yang hasilkan oleh pelbagai alat gambar / tulis. Langkah yang pertama, bentuklah kelompok diskusi setiap kelompok yang terdiri dari 3-4 orang, kemudian lakukan langkah-langkah dibawah ini:
1.      Buatlah raut titik dengan pelbagai bentuk pada bidang kertas dengan menggunakan alat cap yang Saudara buat/desain bersama kelompok.
2.      Alat cap tersebut bisa terbuat dari bahan gabus, kertas karton, batang tanaman, lidi dan lain sebagainya.
3.      Gunakan cat warna untuk mendapatkan pola raut titik.
4.      Buatlah sedikitnya 5 macam raut titik yang berbeda untuk tiap peserta.
5.      Diskusi dan komunikasikan hasilnya dalam kelompok dan buatlah kesimpulan sebagai tanggung jawab setiap peserta.





Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment