Breaking

Monday, January 7, 2019

Mempelajari Video Editing

A. Definisi dan Tujuan
Video editing merupakan proses edit terhadap klip-klip video hasil dari proses shooting, dimana pada proses ini seorang editor memilih atau menyunting gambar dalam bentuk video tersebut dengan cara memotong klip-klip video (cut to cut) kemudian menggabungkan potongan-potongan video tersebut, menjadi sebuah video yang utuh untuk kemudian menjadi sebuah video yang baik untuk ditonton.
Dalam proses editing itu sendiri seorang editor akan menambahkan berbagai effect serta menyisipkan transisi, sehingga video akan terlihat menarik saat ditonton. Oleh sebab itu proses editing menjadi salah satu elemen penting di dalam sinematografi dan tidak dapat dipisahkan dari dunia broadcasting.
clip_image002
Dalam proses editing, tidak cukup hanya menggabungkan gambar begitu saja, tetapi banyak sekali variabel yang harus diketahui dalam proses editing, misalnya: seorang editor harus juga bisa memberi sentuhan rasa dalam memandang sebuah angle camera yang baik, sehingga bisa bisa memberi sentuhan editing yang menarik.
Editing atau penyuntingan gambar: suatu proses pemilihan shoot dan menyusun rangkaian shot yang akhirnya menjadi suatu cerita yang utuh. Tujuan dasar: menyajikan suatu cerita yang jelas kepada pemirsa (penonton).
Seorang Editor Video/Film harus memiliki kemampuan dasar yaitu memahami ide dari keseluruhan cerita yang disajikan, sebelum dia melakukan proses editing, dia harus mengerti/memahami:
1. Tema dasar cerita
2. Plot/ alur cerita
3. Memilih apa yang penting dan membuang apa yang tidak penting
4. Apa pesan utama dari program yang disajikan

B. 6 Elemen dalam Ilmu Editing
Dalam ilmu editing ada 6 elemen dasar yang menjadi hal penting untuk diperhatikan. Untuk menghasilkan sebuah karya editing yang indah, seorang editor harus mampu mengkombinasikan ke enam elemen ini sebab ke enam elemen tersebut memiliki keterkaitan satu sama lainnya. Ke enam elemen tersebut adalah:
1. Motivation (Motivasi)
2. Information (Informasi)
3. Composition (Komposisi)
4. Sound (Suara)
5. Camera Angle (Sudut pengambilan gambar)
6. Continuity (Kesinambungan)
1. Motivation (Motivasi)
Editor harus memiliki alasan kuat untuk menentukan pilihan gambar mana yag akan dimasukkan ke dalam scene editingnya. Selalu ada alasan atau motivasi yang tepat untuk melakukan penyambungan gambar sesuai dengan transisi yang dibutuhkan. Pada elemen ini juga termasuk berapa lama durasi yang kita inginkan untuk setiap klip editing.
Elemen ini juga berkaitan dengan pergerakan kamera (camera movement). Masing-masing pergerakan kamera ini memiliki maksud dan tujuan tertentu. Beberapa jenis pergerakan kamera, yaitu:
· Panning
· Zoom
· Tilt
· Track
· Crab
· Traveling shot
· Moving
2. Information (Informasi)
Master liputan yang berisi materi dasar kumpulan adegan atau scene, pada hakekatnya memiliki pesan informasi pada tiap kliping videonya. Masing-masing shot akan dipilih oleh editor dan idealnya shot tersebut akan menyuguhkan suguhan visual informatif. Sehingga informasi-informasi tersebut jika dirangkai melalui proses editing akan menjadi sebuah bangunan informasi visual yang baik dan kuat.
3. Composition (Komposisi)
Komposisi video adalah pengaturan letak obyek dalam sebuah fame ketika kamerawan mengambil gambar di lokasi. Walaupun editor tidak menciptakan komposisi video, namun menjadi bagiandari pekerjaan editor untuk memastikan bahwa komposisi yang dipilih layak atau tidak. Contoh komposisi video (Extreme Long Shot, Long shot, medium shot, Close up)
4. Sound (Suara)
Suara tidak sekedar mendahului visual tetapi juga lebih abstrak. Pemilihan suara sebagai natural sound terkadang dapat menciptakan suasana dramatis dalam sequence editing.
5. Camera Angle (Sudut pengambilan gambar)
Pengambilan gambar adalah salah satu unsur paling utama dalam editing. Masing-masing gambar memiliki maksud dan tujuannya sendiri-sendiri. Beberapa angle camera ang lazim kita temui adalah
· Eye level
· High angle
· Low angle
· Top down
6. Continuity (kesinambungan)
Continuity merupakan unsur penting dalam penyampaian pesan dari awal hingga akhir. Komponen kesinambungan editing, adalah:
· Kesinambungan isi
· Kesinambungan pergerakan dan
· Kesinambungan komposisi
· Kesinambungan suara
· Kesinambungan garis imajiner
Jenis Perpindahan Gambar:
1. Cut : perpindahan langsung dari gambar ke gambar secara tajam
Fungsi Cut menunjukkan:
· Kesinambungan action
· Detail obyek
· Peningkatan/ penurunan irama kejadian (progresi)
· Perubahan tempat dan waktu
2. Dissolve: perpindahan gambar secara berangsur-angsur, akhir dari suatu shot (gambar) sedikit demi sedikit bercampur dengan gambar/ visual/ shot berikutnya kemudian shot kedua muncul dan semakin jelas.
Dissolve digunakan untuk:
· jembatan penghubung atau transisi dari shot action
· pergantian tempat dan waktu
· menunjukkan hubungan yang erat antara 2 shot atau gerakan.
Jangan sering menggunakan dissolve karena akan menjadi monoton dan cenderung memperlambat irama dramatis, sehingga membosankan penonton.
3. Fade: fading biasanya digunakan pada awal atau akhir adegan
Penggunaan fade in atau fade out (fade to black) yang terlalu sering akan mengganggu perkembangan cerita.
Efek transisi lainnya:
· Wipe : efek sapuan
· Split screen: efek dimana layar dibagi menjadi 2 atau lebih yang masing-masing menampilkan gambar yang berbeda
· Superimpose: 2 gambar yang saling tumpang tindih pada saat bersamaan
· Chroma key: efek dimana suatu obyek ditempatkan di depan dari latar belakang dengan warna tertentu
clip_image003
Ruang Edit
Ruang edit adalah ruang dimana gambar video disatukan dalam urutan dan panjang yang dibutuhkan serta suara reporter dimasukkan dan diselaraskan dengan gambar.
Media Video Recorder
Media perekaman video dibagi dalam beberapa jenis, yaitu:
1. Pita Kaset
2. CD/DVD
3. P2/ Memory Card (Harddisk)
clip_image004
Selain itu, media video dapat dibagi dalam 3 elemen kunci utama, yaitu:
1. Sistem televisi: PAL, NTSC, SECAM
2. Metode perekaman: Digital dan analog
3. Format pita kaset: DV, Betacam, DVC Pro, DVCAM, dsb.
Pita kaset mempunyai 3 track, yaitu:
1. Video (visual)
2. Audio (2 track audio)
3. Time code
Media Tapeless
Sekarang ini media perekaman video sudah beralih dari yang menggunakan pita kaset menuju tanpa kaset. Media perekaman dapat berupa:
1. Harddisk camcoder/ portable
2. Media card: P2, SxS, Memory Card
Dalam penggunaan media tapeless, perlu diperhatikan:
1. Penamaan file
2. Penyimpanan file
3. Kapasitas media card dan harddisk
4. Setting format file pada camcoder (misal Standard Definition dan High Definition) 
clip_image006
Jenis-jenis editing video
1. Editing Linear
clip_image007
Prinsip dari editing linear adalah merekam gambar dari suatu pita kaset ke pita kaset lainnya, sesuai dengan urutan yang diinginkan.
Perangkat pokok editing linear terdiri dari:
1. Player untuk menjalankan raw material (source).
2. Recorder untuk merekam gambar dari player
3. Monitor TV untuk melihat gambar dari player dan recorder
4. Control editing/ untuk menjalankan player dan recorder. Jika digunakan lebih dari 1 buah player, maka dibutuhkan Switcher
5. Mesin pencampur audio (sound mixer) untuk mengontrol suara yang akan direkam.
2. Editing Non Linear
clip_image008

Editing yang berbasis komputer dinamakan editing non linear. Kelebihan editing non linear adalah anda dapat setiap saat mengubah dan mengganti urutan gambar, tanpa melakukan perekaman kembali gambar-gambar tersebut. Kekurangan editing non liniear terletak pada waktu yang dihabiskan untuk menuangkan materi/ bahan mentah ke dalam komputer jika dilakukan dengan capturing. Adapun tipe alat editing yang anda gunakan, prinsip dari bagaimana gambar-gambar dari video disatukan, baik editing linear dan editing non linear sama saja.

clip_image010


No comments:

Post a Comment