Breaking

Thursday, August 30, 2018

Pengoperasian Kamera DSLR

Apa arti DSLR? DSLR adalah singkatan dari Digital Single Lens Reflex. Digital artinya kamera tersebut mengambil gambar secara digital, bukan memakai film.

Hasil gambar untuk kamera dslr

Single Lens artinya memakai lensa tunggal (single) untuk melihat dan mengambil gambar. Kamera tipe lain adalah Twin Lens Reflex (TLR), yang memungkinkan untuk melihat melalui lensa sebelah atas dan mengambil gambar melalui lensa kedua, yang terletak di bagian bawah.

Reflex artinya kamera memantulkan gambar (image) dari sebuah cermin, lalu ke cermin atau prisma kedua. Hal ini memungkinkan anda melihat objek yang diambil melalui lensa yang digunakan untuk mengambil gambar, artinya apa yang anda lihat adalah sama dengan image yang diambil oleh kamera.

Pengertian, Komponen dan Cara Kerja Kamera DSLR

Bagaimana cara kerja DSLR itu?

Saat kita mengintip di lubang viewfinder yang letaknya sudah pasti dibagian belakang kamera DSLR, di atas LCD. Seperti yang dijelaskan di atas, apapun yang kita lihat di viewfinder adalah sesuai kenyataan dan itulah hasil akhir dari foto kita. Pantulan cahaya dari objek foto masuk melewati lensa, lalu menuju cermin pantul (reflex mirror) yang kemudian memantulkan cahaya tersebut ke pentaprism (cermin segi lima). Pentaprism mengubah cahaya vertikal ke horisontal dengan mengarahkan cahaya menuju dua cermin terpisah, setelah itu barulah masuk ke viewfinder.

Pada saat memotret, cermin pantul (reflex mirror) berayun ke atas dan membiarkan cahaya terus maju dan lurus. Shutter kemudian membuka, sehingga cahaya yang masuk tadi masuk lagi ke sensor digital. Shutter akan tetap terbuka selama waktu yang sudah kita tentukan (sesuai dengan shutter speed yang kita setting) dan senson akan terus merekam informasi cahaya. Kalau sudah selesai, maka reflex mirorr akan kembali ke posisi awal sehingga cahaya dari lensa akan terpantul ke atas dan kembali muncul ke viewfinder.

Lalu apa yang terjadi pada sensor setelah rangakaian di atas? Sensor digital, dimana gambar diolah maupun diubah oleh processor di dalam kamera. Processor akan mengambil informasi yang terekam di dalam sensor, mengubahnya menjadi format yang sesuai (misalnya .RAW) lalu menuliskannya ke dalam memory card kamera (memory external, misalnya SDHC).

Keseluruhan proses di atas hanya terjadi dalam kurun waktu beberapa detik saja, artinya prosesnya sangat cepat apabila kita menggunakan settingan kamera secara default. Dengan semakin majunya teknologi saat ini, sudah pasti kecepatan sensor kamera ini semakin jauh lebih cepat dan juga foto yang dihasilkan juga memiliki kualitas yang mumpuni (berkualitas).

Pilihan mode shooting (pengambilan gambar) kamera DSLR untuk pemula

Berikut ini adalah dasar dari mode pengambilan gambar (shooting) dan cara terbaik menggunakannya. Tiap merk kamera (Nikon dan Canon adalah yang paling umum dan populer) mungkin memiliki sedikit perbedaan dalam pilihan mode shooting. Namun fungsi-fungsi dasar tetap sama. Berikut beberapa mode shooting yang terdapat pada kamera DSLR, yaitu :
– Full Automatic Mode
– Portrait Mode
– Landscape Mode
– Close-Up Mode
– Sports Mode
– Manual Mode

Full Automatic Mode

Full Automatic Mode ditandai dengan kotak berwarna hijau. Ide dari mode ini adalah si kamera akan mendeteksi kondisi cahaya dan aspek pengambilan gambar lainnya, lalu secara otomatis menyesuaikan settingnya dengan situasi tersebut.

Beberapa pengguna kurang menyukai mode ini, karena terkadang menyebabkan flash menyala otomatis (bukan hal yang bagus untuk foto berkualitas tinggi), dan terkadang ada kendala pada object yang bergerak cepat yakni menjadi kabur.

Hasil gambar untuk full auto mode dslr

Portrait Mode

Portrait Mode ditandai dengan gambar wajah orang, sebab biasanya mode ini digunakan untuk memotret wajah seseorang.

Foto yang bagus adalah yang fokus hanya pada wajah sang subject, memperlihatkan secara detail bagian mata (paling penting), warna kulit, rambut, dan lain sebagainya. Dia benar-benar fokus pada hal-hal tersebut, dan membuat kabur background yang ada.

Saat memakai Portrait Mode, pastikan subject anda terlindung dengan baik. Cahaya matahari yang berlebihan juga kurang bagus sebab akan menimbulkan bayangan yang tidak menarik. Cahaya yang lembut (di pagi hari atau menjelang sore hari) adalah yang terbaik.

Jika anda tidak mendapatkan cukup cahaya, kamera akan memakai flash yang mana hal tersebut sangat tidak disarankan! Cahaya yang sangat terang dari flash tidak bagus untuk warna atau kualitas foto.

Yang terakhir, model yang akan difoto harus berada dalam kondisi diam. Sebab setting ini tidak menangani gerakan dengan cukup baik, yang dapat menimbulkan kesan kabur pada hasil akhir.

Hasil gambar untuk portrait mode dslr

Landscape Mode

Landscape Mode ditandai dengan gambar pegunungan, sebab jika anda hendak memotret pegunungan sebaiknya memakai mode Landscape. Mode ini juga bagus untuk mengambil gambar object yang jauh, atau untuk memotret “lukisan besar” dari sebuah pemandangan yang berisi bermacam aspek.

Saat memakai Landscape Mode, ada beberapa hal yang terjadi:

– Warna biru dan hijau menjadi lebih cerah pada hasil gambar.Kamera akan menyesuaikan setting sehingga sebagian besar object akan terfokus. Hal ini sangat berbeda dengan Portrait Mode, dimana anda hanya menghendaki wajah dari subject yang menjadi fokus.

– Mode ini cukup baik digunakan pada object bergerak, namun bukan cara yang paling baik.

Close Up Mode

Close Up Mode ditandai dengan gambar bunga, biasanya tulip, sebab biasanya bunga menjadi subject umum untuk close up.Saat memakai mode Close Up, kamera akan menyesuaikan setting sehingga hanya sebagian kecil gambar yang menjadi fokus, sisanya akan menjadi agak buram. Sangat bagus untuk foto bunga, serangga, embun, dan subject lain yang ingin anda ambil dan menonjolkan detail secara close-up.

Beberapa tips menggunakan Close Up Mode:

– Pastikan anda mendapat cahaya yang memadai

– Tahan posisi tangan setenang mungkin, coba juga untuk menahan napas. Atau bisa juga menggunakan tripod jika anda memilikinya.

– Jangan coba-coba menggunakan mode ini untuk object yang bergerak, sebab anda akan mendapatkan hasil yang sangat kabur.

Sports Mode

Di mode Sports, kamera akan menyesuaikan kecepatan shutter menjadi secepat mungkin. Artinya dia akan mencoba yang terbaik untuk menangkap sebuah gambar dalam momen yang sangat singkat

Mode ini sangat bagus untuk memotret anak-anak, binatang, event olahraga, atau menangkap semua hal yang bergerak cepat.Mode ini juga memungkinkan mengambil gambar secara cepat, antara satu foto ke foto yang lain, menciptakan suatu rangkaian foto yang cukup menarik.

Manual Mode

Manual Mode memerlukan latihan yang cukup banyak, namun sangat layak untuk dipelajari saat memotret menggunakan mode Manual, anda dapat mengontrol setiap aspek dari foto anda untuk menghasilkan hasil yang terbaik.

Apa yang bisa disetel saat menggunakan Manual Mode?

– Menyetel ISO untuk menyesuaikan sensitivitas kamera terhadap cahaya.

– Menyetel bukaan (aperture), juga dikenal dengan F-Stop, untuk menyesuaikan seberapa besar gambar yang akan dijadikan fokus. Hanya sebagian kecil (seperti di Close Up Mode) atau cukup besar (seperti di Outdoor Mode).

– Menyetel kecepatan rana (shutter), yang menentukan seberapa cepat kamera mengambil sebuah gambar. Kecepatan tinggi akan menangkap object yang bergerak cepat namun membutuhkan lebih banyak cahaya. Sedangkan kecepatan rendah dapat dioperasikan pada kondisi yang lebih minim cahaya namun diperlukan pegangan yang mantap.

– Menyetel fokus secara manual untuk memastikan kamera benar-benar fokus pada area yang tepat.

Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment