Breaking

Thursday, August 30, 2018

Mengenal Segitiga Exposure

Fotografi (photography) semakin berkembang di masyarakat belakangan ini. Banyak yang memulai hobi fotografi ataupun sekedar ingin belajar mengabadikan momen yang indah dengan kamera. Perkembangan kamera DSLR pun semakin pesat. Kunci mendapatkan hasil foto yang indah adalah dengan menentukan nilai exposure yang tepat.

Banyak yang memulai hobi fotografi ataupun sekedar ingin belajar mengabadikan momen yang indah dengan kamera. Kunci mendapatkan hasil foto yang indah adalah dengan menentukan nilai exposure pada kamera dengan tepat. Dalam menentukan nilai exposure perlu adanya pengetahuan mengoperasikan kamera. Jika sudah bisa menentukan nilai exposure, maka kalian bisa dianggap sebagai fotografer semi professional.

Apabila cahaya yang diterima oleh kamera kurang, gambar akan menjadi gelap atau sering disebut dengan Under Exposed (UE). Sebaliknya apabila cahaya yang masuk ke dalam kamera berlebih, gambar akan menjadi terlalu terang atau disebut dengan Over Exposed (OE).

Tiga faktor juga dikenal sebagai “Segitiga Exposure” ini terdiri dari :

1. Aperture (Diafragma) – seberapa besar lensa terbuka saat foto diambil

2. Shutter Speed – rentang waktu “jendela' didepan sensor kamera terbuka

3. ISO – ukuran seberapa sensitif sensor kamera terhadap cahaya

Ilustrasi hasil gambar dengan tiga tipe exposure: Under Exposure (angka pada metering menunjukkan angka minus), Normal Exposure (angka pada metering menunjukkan angka 0) dan Over Exposure (angka pada metering menunjukkan angka plus).

image

Konsep segitiga exposure adalah konsep dasar fotografi untuk menentukan nilai exposure yang tepat berdasarkan nilai Shutter Speed, Aperture, dan ISO.

  1. ISO

ISO adalah sensitifitas sensor kamera terhadap cahaya.

image

ISO dalam fotografi digunakan untuk mewakili tingkat sensitivitas sensor.

Pada ISO rendah (semisal ISO 100), sensor kamera menangkap gambar secara lebih detail tetapi butuh cahaya lebih banyak, sehingga gambar lebih gelap. Sebaliknya pada ISO tinggi (semisal ISO 6400), sensor kamera menjadi lebih sensitif sehingga gambar semakin terang.

Penggunaan ISO tinggi akan menyebabkan penurunan detail gambar dan muncul bintik-bintik pada gambar yang dikenal sebagai ”noise” atau ”grain”.

image

  1. Shutter Speed

Shutter Speed atau biasa disebut dengan kecepatan rana adalah nilai kecepatan terbukanya jendela kamera sehingga cahaya bisa masuk ke dalam sensor kamera. Shutter speed bisa diibaratkan dengan keran air, jika kita membuka keran air dengan lama maka air yang keluar banyak, sebaliknya jika kita membuka keran air dengan cepat maka air yang dikeluarkan tentunya sedikit. Kira-kira begitu logika sederhana dari shutter speed ini satuan shutter speed adalah detik (s).

image

Contoh gambar shutter speed

membekukan subjek yang bergerak maka gunakan shutter speed yang cepat misalnya 1/500 atau 1/800 tapi disesuaikan dengan kondisi cahaya. Kalau membuat subjek yang bergerak tersebut menjadi blur maka gunakan shutter speed yang lambat misalnya 1 s (detik) atau 1/4 s (detik) tergantung kondisi cahaya . Karena komponen yang lainnya seperti aperture dan ISO juga harus seimbang.

image

mode manual di kamera DSLR kalian, maka nilai shutter speed ini harus kalian tentukan secara manual berdasarkan kondisi cahaya yang ada. Untuk memahami mode menu pengaturan di kamera DSLR.

C. Aperture/ Diafragma

Aperture atau biasa disebut juga dengan diafragma adalah bukaan komponen lensa. Aperture ini terbuat dari bilah-bilah lempengan logam yang ditengahnya bisa membuka dengan lebar dan sempit sehingga mempengaruhi intensitas cahaya yang masuk ke dalam lensa sampai ke sensor kamera.

Contoh penulisannya seperti ini f/1.8 atau f/x dimana "x" adalah diameter bilah-bilah tadi. Kalo logika sederhananya adalah aperture bagaikan besarnya pipa yang mengalirkan air. Semakin besar pipa nya maka air yang dialirkan bisa semakin banyak, begitu juga sebaliknya.

image

Untuk dapat mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk melalui lensa, diafragma/aperture pada lensa kamera bisa membuka dengan besaran diameter yang bisa dirubah.

image

Gambar terkait

Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment